Kemenangan ini, milik kita [bersama]

Kebanyakan kita cuma merasa berperan pada keberhasilan (kemenangan) saja, tetapi justru merasa (mengakunya) sebagai pengamat (pihak luar, oposisi, pengkritik, pelengkap penderita) kalau terjadi kegagalan.

Misal, bayangkan seperti ini :

Apa yang terjadi jika ummat ini (Islam) pada suatu ketika mengalami kemajuan yang cukup berarti. Berdasarkan logika di atas maka setiap kelompok dan pribadi sepertinya akan merasa lebih berperan. “Itu karena kami, yang itu karena saya“.

Sebaliknya,

Perhatikan saat ummat terpuruk seperti sekarang. Banyak yang berkata,”Itu salah kalian, Itu karena kamu, karena dia, karena mereka“. Wuuu…. puh …:(

Apa ini karena fitrah manusia itu ya ? Yang katanya cenderung terdorong pada setiap kebaikan (dalam hal ini keberhasilan/kemenangan), dan menjauh (mengelak) pada setiap keburukan (dalam hal ini kegagalan/keterpurukan). Bisa ya, bisa tidak.

Proses

Tentu kita sudah pada tahu bahwa yang diminta dari kita adalah usaha atau proses-nya bukan hasil akhirnya. Bukankah hasil akhir itu adalah Hak (Taqdir) - NYA. Kita hanya diminta untuk berusaha secara optimal untuk membawa pada hasil (ideal) yang diharapkan ?

Itu saja kan ?

Negeri kita

Seperti itu juga karakter di negeri kita ini.

Saat bangsa ini terpuruk dan terseok-seok seperti sekarang kebanyakan mengelak kalau itu terjadi akibat keterlibatan kita juga. Perhatikan, semua mengaku cuma semacam pengamat saja. “Itu karena kalian, itu karena kamu“. Yah, yang tadi itu.

Cobalah nanti saat negeri ini mencapai keberhasilannya.

Cobalah.

Apakah kita juga merasa telah terlibat dalam mencapainya ?

Terlibat ?

Sekarang atau nanti-nanti ?

Puh.

Cuma keberhasilan dan kemenangan saja kah milik kita bersama ?

Sementara kegagalan adalah milik orang-orang.

Mana mending ?

Terlibat tapi masih gagal

atau

tak terlibat dan tetap gagal.

Tentu,

Mending terlibat walau gagal.

. . .

. . .

Tapi,

lebih mending terlibat lalu berhasil kan ? )

Mmm,

Selalu ada momen untuk merayakan kemenangan.

Merayakan kemenangan dari hawa nafsu.

Itu pun kalo terlibat.

Terlibat memeranginya. ;)

Terlibatlah !

Agar benar merayakan kemenangan, kita.

Selamat idul fitri 1429 H.

Mohon ma’af lahir an batin.

—————
Keyword : Terlibat.

Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

5 Responses to “Kemenangan ini, milik kita [bersama]”


  1. 1 uni 10 Oktober 2008 at 07:56

    mohon maaf lahir batin jg sahabat ^_^
    klo menurut uni : Mending terlibat walau gagal.
    walupun gagal setidaknya ada pelajaran baru yg bisa kita ambil manfaatnya, iya khan ?

  2. 2 Kang Bondan 20 April 2010 at 22:30

    Setelah Membaca beberapa artikel di sini. semuanya menarik :)

  3. 3 OLSONCarey 24 Maret 2012 at 22:10

    Buildings are not very cheap and not everybody is able to buy it. But, home loans was invented to support people in such cases.

  4. 4 article critique writing 31 Maret 2012 at 23:23

    Being a college student, you will have to reach great hight and save your good name. It won’t be complicated when you visit the pay for essay writing company. Moreover, it can give you good advantages.

  5. 5 book reports essay 2 Mei 2012 at 14:08

    Old human’s history does not keep in mind information about poetry & poets essays paper writing services. The research paper writing organizations were created in 90s. Moreover, they got good wide spread acceptance in students’ circles.

Leave a Reply





 

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Statistik