Kemenangan ini, milik kita [bersama]

6 Oct 2008

Kebanyakan kita cuma merasa berperan pada keberhasilan (kemenangan) saja, tetapi justru merasa (mengakunya) sebagai pengamat (pihak luar, oposisi, pengkritik, pelengkap penderita) kalau terjadi kegagalan.

Misal, bayangkan seperti ini :

Apa yang terjadi jika ummat ini (Islam) pada suatu ketika mengalami kemajuan yang cukup berarti. Berdasarkan logika di atas maka setiap kelompok dan pribadi sepertinya akan merasa lebih berperan. Itu karena kami, yang itu karena saya.

Sebaliknya,

Perhatikan saat ummat terpuruk seperti sekarang. Banyak yang berkata,Itu salah kalian, Itu karena kamu, karena dia, karena mereka. Wuuu. puh :(

Apa ini karena fitrah manusia itu ya ? Yang katanya cenderung terdorong pada setiap kebaikan (dalam hal ini keberhasilan/kemenangan), dan menjauh (mengelak) pada setiap keburukan (dalam hal ini kegagalan/keterpurukan). Bisa ya, bisa tidak.

Proses

Tentu kita sudah pada tahu bahwa yang diminta dari kita adalah usaha atau proses-nya bukan hasil akhirnya. Bukankah hasil akhir itu adalah Hak (Taqdir) - NYA. Kita hanya diminta untuk berusaha secara optimal untuk membawa pada hasil (ideal) yang diharapkan ?

Itu saja kan ?

Negeri kita

Seperti itu juga karakter di negeri kita ini.

Saat bangsa ini terpuruk dan terseok-seok seperti sekarang kebanyakan mengelak kalau itu terjadi akibat keterlibatan kita juga. Perhatikan, semua mengaku cuma semacam pengamat saja. Itu karena kalian, itu karena kamu. Yah, yang tadi itu.

Cobalah nanti saat negeri ini mencapai keberhasilannya.

Cobalah.

Apakah kita juga merasa telah terlibat dalam mencapainya ?

Terlibat ?

Sekarang atau nanti-nanti ?

Puh.

Cuma keberhasilan dan kemenangan saja kah milik kita bersama ?

Sementara kegagalan adalah milik orang-orang.

Mana mending ?

Terlibat tapi masih gagal

atau

tak terlibat dan tetap gagal.

Tentu,

Mending terlibat walau gagal.

. . .

. . .

Tapi,

lebih mending terlibat lalu berhasil kan ? )

Mmm,

Selalu ada momen untuk merayakan kemenangan.

Merayakan kemenangan dari hawa nafsu.

Itu pun kalo terlibat.

Terlibat memeranginya. ;)

Terlibatlah !

Agar benar merayakan kemenangan, kita.

Selamat idul fitri 1429 H.

Mohon ma’af lahir an batin.

Keyword : Terlibat.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post