Untuk sekedar disebut ‘suci’ kita tidak cukup hanya dengan berkata, “Saya tak suka politik”. Sungguh, tidak cukup. Bukankah ini ‘malah’ menambah ‘fakta’, bahwa fenomena politik telah meng ‘gelincir’ kan banyak orang.
—
( “Etika” apalagi “agama” …, silahkan masuk, Ahlan wa sahlan !!!)
Begitulah …
Keinginan ‘suci’ adalah fitrah manusia, bahkan bukankah fitrah itu memang sering diasosiasikan dengan masalah ‘kesucian’, walaupun ini tidak cukup. Prilaku suci juga sering dikaitkan dengan para ‘sufi’, yaitu (konon) mereka yang mendekat pada Tuhan dengan cara ‘uzlah’, bergabung dengan tarekat atau yang semacamnya.
Ini bisa saja terinspirasi dari para nabi, yang selalu memulai dari mengasingkan diri. Dan hidayah memang sering datang dari kesunyian, maksudnya tentu kontemplasi (lebih tepat ‘Tahajjud’, istilah untuk di masa kita). Tetapi, akuilah, entah bagaimana, ada-ada saja ‘pelaku sufi’ yang lupa daratan. Ibarat pelaut yang lupa mendarat, atau ‘petapa’ yang tak hendak turun gunung. Ini tentu ‘fenomena’ menarik untuk diperbincangkan.
Adalah rasulullah SAW pun melakukan pengasingan, di salah satu sudut kota Mekkah, gua Hira. Kita tentu sudah pada tahu, bahwa dari sanalah Al-Qur’an bermulai dan Islam kembali disyiarkan (kalimatnya, “Islam kembali disyiarkan”, “bukan mulai disyiarkan”, karena Islam sudah ada sejak Adam AS).
Inilah ‘fakta’ tak terbantahkan, bahwa Rasulullah SAW pun memulai dari kesunyian. Mengasingkan diri dari keramaian, dan menjauh dari riuhnya ‘pernik-pernik’ dunia kejahiliyahan. Banyak ahli tarikh menyatakan, “situasinya ‘mirip-mirip’ dengan ‘warna’ zaman sekarang”.
Sebagai rangkaian usaha ‘menguak’ fenomena ini, menarik sekali apa yang pernah disimpul-indahkan oleh Anis Matta dalam Tarbawi Edisi 154 tahun ini (2007), seperti berikut :
“bahwa… ketenangan adalah syarat utama untuk menjadi manusia produktif. ……….ketenangan adalah cara menghemat energi, perenungan adalah cara menyerap energi, dan memberi adalah cara menyalurkan energi”.
Cukup indah dan penuh makna.
Lalu memberi …
Memberilah …
Kapan kita memberinya jika terlampau lama di penyerapan energi.
Terlibatlah di kehidupan nyata ini, tidak sekedar termenung dan berteriak di bilik-bilik yang dianggap suci.
—
Untuk sekedar disebut ‘suci’ kita tidak cukup hanya dengan berkata, “Saya tak suka politik”. Sungguh, tidak cukup.
Perlu keterlibatan nyata.
Kotoran bukan untuk diteriaki, mari kita bersihkan.
Jangan biarkan politik dan kotorannya itu.
Politik (Kotoran .red) bukan untuk diteriaki, mari kita bersihkan….
di negara yang mapan demokrasinya, satire politik (komedi,sindiran,dll) sudah lama dipake sebagai instrumen pemberdayaan politik.
nggak heran, disana KOMEDIAN POLITIS lebih dihormati daripada POLITISI sekalipun
Memang sbaiknya kita tidak berdiam diri dan mcari saluran politik yg dipercaya. Toh jalur politik sudah mjadi pilihan negarawan kita dlm mbangun negeri ini.
Memang hidup adalah alternatif setelah hidup itu dikaruniakan Allah SWT kepada kita. Idealnya kita memilih yg terbaik dari yg baik, jika tak menemukan ya kita harus memilih yg terbaik dari yg ada. Yang penting jadi orang baik daripada lebih baik jadi orang penting. Saya yakin di negeri ini masih ada manusia yg bisa dipercaya, masih ada manusia yg bisa menjaga amanah.
Mari kita bangun politik yang bersih dan suci. Tidak selamanya dan tidak seharusnya politik itu selalu dimainkan dengan cara yang kotor. Bisa ga ya?
politik itu pekerjaan kotor.. tapi harus ada orang yang melakukannya..
tapi sayang kebanyakan orang ikut2an menjadi kotor dan kebablasan deh..
politik itu kotor tapi bukan pula kotoran…
debu itu kotor.. tapi menyucikan..
PKS itu partai politik tapi bersih
jadi…silahkan saja.. mau jadi orang yang memerintah membersihkan kotoran atau jadi kotorannya… atau
jadi kotor tapi menyucikan…??
salam damai.
cakdul.blogdetik.com
berat nich klo ngomong politik, siapa berkuasa dia yang benar.!
yahh….kotoran memang bau…..,
mau terjun politik harus siap menghadapi orang lain akan menutup hidungnya ketika lewat didepan kita. Meskipun dibungkus dengan kain sutera dan sajadah yang paling mahal….tetep….BAU…..BO…..
Apa yang salah dengan politik, bukankah kita hidup selalu berpolitik….bahkan dalam ngeblogpun kita berpolitik masalahnya hanya caranya…kita mo melakukannya dengan cara bersih atau kotor. Kalaupun kelihatannya kotor atau memang sudah busuk maka ada yang salah dengan sistemnya..maka ubahlah sistemnya tersebut. Bukannya Rasulullah sendiri berhasil karena mengubah sistem yang ada…
Politik itu….Kotoran kali ya
Sesuatu yang kotor dan pasti mengandung kotoran itu menunggu unutk dibersihkan…mumpung lagi Ramadhan, buat yang mengaku PARPOL ISLAM… jangan cuma embel-embel doank islamnya…
Bersihkan nyok…biar kagak kotor trus… kotorannya(pelakunya) buang aja ke laut…dah terlalu lama si miskin tertindas…
“..dan agar mereka dapat mengambil manfaat dari binatang ternak itu…susu yang letaknya antara tahi dan darah..”
Maha Suci Allah yang menciptakan mahluknya yang beraneka ragam, “…dan kami ciptakan mereka bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar mereka saling mengenal..”, “.. dan tidak satu tempatpun di muka bumi ini ada melainkan telah kami beri peringatan.”
Dari beberapa potongan Firman Allah itu sebenarnya dapat kita tarik sedikit makna telah jelas batas-batas antara garis hitam dan putih, antara satu bagian dengan bagian lainnya telah diatur dengan hukum Allah yang nyata.
Jadi sebenarnya jika kita perhatikan lebih lanjut kotoran dan kesucian itu jelas batasnya. Sesungguhnya dengan atau tanpa keterlibatan kita dalam politik, tetap nyata perbedaan antara yang hitam dan putih, masing-masing kita sudah punya bagian dan bidang masing-masing dan saling melengkapi seperti Firman Allah “…dan kami ciptakan mereka bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar mereka saling mengenal..”,
Assalamualikum Wr..wb,..
Politik itu kotor,.itu benar,.Lalu gimana cara kita membersihkannya ???
apakah antum sanggup akhi ??? ana yakin tidak,.bahkan partai antum pun juga tidak bakal mampu (PKS) ,..karena antum dan partai antum tidak memakai kaidah/pemahaman salaf dalam mengartikan Alquran dan Sunnah Rasulullah ,.. akhi,.politik itu tidak akan kotor kalau saja ahlinya tidak dimaki dan dicaci ( seperti yang sering partai antum lakukan yaitu Berdemonstrasi dan semisalnya) yang sebenarnya demo itu salah satu pemikiran Khawarij,.antum tahu khwarij ??? khwarij adalah salah satu golongan yang teramat sesat dalam islam bahkan Rasulullah mengatakan “Kilabun naar” atau anjing-anjing neraka dan mayatnya merupakan bangkai-bangkai terburuk di kolong langit ini,.. hasan al banna gofarullahullah ( semoga ALLAH mengampuninya ) yang antum dn prtai dengungkan sebagai “as SYAHID” atau Imam Syahid yang sebenrnya masalah syahid itu adalah hal Gaib dan hanya Allah juga Rasullah yang diberi wahyu yang diberi tahu ini,..juga Sayyid Qutuhb,.merea berdua telah terpengaruh fitnah khawarij ini,.apakah antum ingin mengikuti mereka-mereka ini,..Barakallahu fikum akhi,. wallahu a’lam Bisshowab,.
komedian politik lebih mulia dari pada seseorang yang berpolitik! sudah ratus kali janji yang di berikan, berapa ratus kali pemberantasan kemiskinan di suarakan.. tapi ap buktinya???? ZONG!
salam sahabat kifli..artis dengan segala jejak dan pembicaraan yang gag penting..rambut dan jiwa yang gag penting..politik dan pembahasan yang gag penting…atribut partai dan keagamaan serta konspirasi yang dijalankan didalamnya ibarat konspirasi antasari dalam kedok persahabatan…website ini perlu diperbaiki dalam segala pembahasan didalamnya….
@gungdur
Makacih mas kambing.
Blog anda gak berisi…,
Gak berbuat gak ada salah, lebih baik ya?
Kekekeke….