Gunjing-hasut YES, Politik NO (?)

28 Aug 2008


27 April, 2007 oleh Herianto

Beberapa wacana terdahulu yang berkaitan dengan tema kali ini adalah, seperti : Islam Yes Politik No, yang digulirkan oleh (alm) Nurcholis Madjid, lalu kemudian dijawab oleh sejumlah aktivis gerakan Islam dengan slogan : Islam Yes Politik Yes. Di lapangan sesungguhnya terjadi juga prilaku yang mencerminkan penerapan slogan : Gunjing-hasut Yes Politik No yang semestinya kita jawab dengan slogan : Gunjing-hasut NO, Politik why NOT.

Begini,

Tak ada kita yang sudi disebut sebagai peng-gunjing atau peng-hasut, walau karakter ini kadang-kadang menjadi menu dan hidangan keseharian di sekitar kita, bahkan bisa saja itu kita sendiri (semoga tidak). Barangkali jika dianalisa lebih lanjut karakter ini kebanyakan terjadi akibat kelemahan kita dalam menerapkan konsep manajemen ber-prasangka secara benar dan profesional (ihsan). Padahal dari manajemen ber-prasangka yang tidak benar tersebut jika di follow-up ke aktivitas pergunjingan dapat mengakibatkan mengalirnya dosa si teraniaya ke pihak pelaku untrue-prasangka (suudzon) dan ghibah-er (peng-ghibah) tersebut. Bagaimana kita tahu kalo ternyata karakter itu adalah milik kita jika kita tak pernah transparan meng-audit diri kita sendiri. Bagaimana kita mampu melihat diri kita sendiri, jika kita menjadi begitu lebih disibukkan menatapi orang lain di sekitar. Bahkan orang-orang yang sedemikian jauh jaraknya dari kita pun terkadang lebih mampu kita tatap ketimbang diri kita sendiri.

Di sisi lain,

Fenomena politik, adalah fenomena yang memuakkan.
Ada teman yang langsung,Uoghk, maksudnya mau muntah, begitu mendengar kata politik saja. Menyedihkan memang, akibat dari tingkah-polah badut-badut politik nasional, (dan juga) maupun lokal, prosedur sah sistem kenegaraan tersebut jadi pecundang. Fenomena politik menjadi semakin memuakkan ketika tidak semua aspirasi atau keinginan politik orang per orang dapat tersalurkan. Ada juga fenomena politik baginya ibarat monster, ada yang gara-gara jagoan politiknya pulang kandang, atau dari efek negatif pengelompokan, atau kurangnya waktu untuk menambah wawasan yang benar, atau .Intinya. Fenomena politik di era kita, sama saja dengan kata seree.m. Atau ditanggapi dengan kata,Bodo ah, emang gue pikirin.

Berkaca

Berkaca adalah satu kata yang indah, tetapi adakah setiap kita hobi melakoninya. Barangkali ada diantara kita yang merasa hobi dan dengan perkasa bisa saja berkata,Saya telah introspeksi diri. Tetapi benarkah aktivitas berkaca yang dilakukannya itu. Bolong-bolong apa di wajah yang ditemukan dari berkaca tersebut dan adakah yang terlihat itu bolong yang sesungguhnya. Amatilah fakta ini, bahwa :Sesungguhnya prilaku kita dengan prilaku pelaku politik negarawan kita, seringkali tak berbeda. Ini fakta .Ketika mereka-mereka beraksi di panggung politik negara, maka pada saat yang sama kita juga sesungguhnya pun beraksi juga di politik sekitar terdekat kita. Prilaku politik yang sama pun kita pertontonkan, walau dengan keras kita berkata,Tidak. Keburukan-keburukan tersirat apa yang sanggup kitaduga tentang orang lain, sesungguhnya (seringkali) merupakan keburukan-keburukan dimana peluang kita besar untuk menjadi pelakunya.

Kita tak ingin membela para politikus yang tentu saja ada benarnya bahwa mereka kebanyakan pecundang, tapi, kita tak menutup mata bahwa mereka berasal dari kita. Mereka adalah gambaran kita, maka : ketika kita menertawakan mereka, berteriak tentang tingkah-pola memuakkan mereka, maka, jangan lupakan juga untuk meneriaki dan menertawakan kita sendiri. Kita adalah mereka dalam tampilan yang ter- zoom-kan. Mereka ber-politik di jalur global, dan kita (sementara masih atau cuma) di lokal. Perhatikanlah tentang ini ke diri kita : Jangan katakan bukan politik ketika kita berjibaku mengatasi kelemahan-kelemahan sendiri di fenomena kerja, atau ketika melakukan sebar-sebar isu pengelinciran pada proses capaian tujuan (misal jabatan). Sekali lagi jangan katakan itu bukan politik, karena kadar keilmuan kita bisa menjadi taruhan. Atau barangkali kita berkilah kalo itu kritik, mengingatkan, cuma strategi atau yang semacamnyalah. Tetapi bukankah itu sama dengan fenomena tidak benarnya si petualang politik kenegaraan.

Gunjing-Hasut NO, (bersih-bersih) Politik YES.

Jangan katakan jangan !


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post