• 6

    Jan

    Politik Tuhan

    Tuhanmu telah berpolitik untukmu dengan syariat-NYA, sunnah-NYA, hukum-hukum-NYA hukum di alam-NYA hukum di firman-NYA hukum di setiap kejadian pada ruang dan waktu milik-NYA Adalah keputusan-NYA, undang-undang-NYA, sunnatuLlah - syariat-NYA Lalu terserah engkau memilih atau tidak karena setiap pilihan langkah, adalah resiko. Di atas Kekuatan Politik Tuhanmu itu — Saksikan, Tuhanmu Itu punberpolitik Atas Kekuasaan Di Kehendak-NYA Yang demi keadilan, kebahagiaan, kesejahteraan dan kemenangan para hamba-hamba NYA, saja — Bukan untuk Dia NYA tentu Politik Tuhanmu adalah Dari-NYA, Karena-NYA — Selanjutnya terserah dirimu.
  • 6

    Oct

    Kemenangan ini, milik kita [bersama]

    Kebanyakan kita cuma merasa berperan pada keberhasilan (kemenangan) saja, tetapi justru merasa (mengakunya) sebagai pengamat (pihak luar, oposisi, pengkritik, pelengkap penderita) kalau terjadi kegagalan. Misal, bayangkan seperti ini : Apa yang terjadi jika ummat ini (Islam) pada suatu ketika mengalami kemajuan yang cukup berarti. Berdasarkan logika di atas maka setiap kelompok dan pribadi sepertinya akan merasa lebih berperan. Itu karena kami, yang itu karena saya. Sebaliknya, Perhatikan saat ummat terpuruk seperti sekarang. Banyak yang berkata,Itu salah kalian, Itu karena kamu, karena dia, karena mereka. Wuuu. puh :( Apa ini karena fitrah manusia itu ya ? Yang katanya cenderung terdorong pada setiap kebaikan (dalam hal ini keberhasilan/kemenangan), dan menjauh (mengelak) pada setiap
  • 5

    Sep

    Meta Hipokrit [Politisi] Kita

    Meta hipokrit : — Orang yang benar-benar baik itu tidak ada. Itu hanya ada pada kisah-kisah di kitab suci, hanya ada di omongan2 para ustadz/ulama/moralis, atau sekedar cerita yang didongengkan di masa kecil sebelum tidur, Katanya. Apa itu meta hipokrit ? Meta hipokrit [secara sepihak] melalui postingan ini dimaknai sebagai sebuah karakter yang selalu mengira bahwa kebaikan yang sebenarnya itu tidak ada pada prakteknya di kehidupan ini. Akibatnya tentu, orang2 seperti ini kbanyakan pun memang benar2 tidak mampu menerapkan nilai2 kbaikan itu di kehidupannya sendiri. Ini pun merambah ke politisi kita. — Tidak mungkin ada orang yang melakukan sesuatu tanpa pamrih, tanpa dalih, [atau tanpa]
  • 2

    Sep

    Islam : Antara simbol dan substansi

    Edisi : Kembali — Mencari irisan di antara dimensi simbol dan substansi Dari dialog dengan seorang [pengaku] muslim [tapi] minus amal. (1) Muslim minus shalat Tanya : Kenapa anda meninggalkan shalat ? Jawabnya : Karena substansi dari shalat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ketika saya mampu mencegah diri saya dari perbuatan keji dan mungkar, maka untuk apa lagi saya shalat ? Bahkan saya menyaksikan mereka2 yang shalat kebanyakan tidak mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar tersebut ? (2) Muslim minus shalat, lagi Tanya : Kenapa anda meninggalkan shalat, bukankah Rasulullah mengajarkan kita untuk shalat ? Jawabnya : Pernyataan anda sangat literal/tekstual kawan, substansi dari diutusnya rasulullah adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Waktu
  • 28

    Aug

    Politik dan Kesucian (itu) (?)

    Untuk sekedar disebut suci kita tidak cukup hanya dengan berkata, Saya tak suka politik. Sungguh, tidak cukup. Bukankah ini malah menambah fakta, bahwa fenomena politik telah meng gelincir kan banyak orang. ( Etika apalagi agama , silahkan masuk, Ahlan wa sahlan !!!) Begitulah Keinginan suci adalah fitrah manusia, bahkan bukankah fitrah itu memang sering diasosiasikan dengan masalah kesucian, walaupun ini tidak cukup. Prilaku suci juga sering dikaitkan dengan para sufi, yaitu (konon) mereka yang mendekat pada Tuhan dengan cara uzlah, bergabung dengan tarekat atau yang semacamnya. Ini bisa saja terinspirasi dari para nabi, yang selalu memulai dari mengasingkan diri. Dan hidayah memang s
  • 28

    Aug

    Gunjing-hasut YES, Politik NO (?)

    27 April, 2007 oleh Herianto Beberapa wacana terdahulu yang berkaitan dengan tema kali ini adalah, seperti : Islam Yes Politik No, yang digulirkan oleh (alm) Nurcholis Madjid, lalu kemudian dijawab oleh sejumlah aktivis gerakan Islam dengan slogan : Islam Yes Politik Yes. Di lapangan sesungguhnya terjadi juga prilaku yang mencerminkan penerapan slogan : Gunjing-hasut Yes Politik No yang semestinya kita jawab dengan slogan : Gunjing-hasut NO, Politik why NOT. Begini, Tak ada kita yang sudi disebut sebagai peng-gunjing atau peng-hasut, walau karakter ini kadang-kadang menjadi menu dan hidangan keseharian di sekitar kita, bahkan bisa saja itu kita sendiri (semoga tidak). Barangkali jika diana
  • 28

    Aug

    Meta Politik

    Ada teman yang cerita tentang istilah Meta luka yang ia terjemahkan dengan luka di atas luka. Bisa dibayangkan, katanya, Lukadikulit yangbelum sembuhlalu digores lagi dengan luka baru tepat di atas luka itu, betapa sakitnya. Gak kebayangkan ? Ok, kita lupakan aja tentang Meta Luka. Pedih Lepas dari Meta Lukaadalagi lagi istilah Meta politik, yangjika mengutip dari pengertian di atasmaksudnya bisa menjadi Politik di atas politik. Mem-politiki politik. Fenomena ini sangat terjadi di jaman (edan) orang-orangnya Soeharto. Politik mereka politiki lagi dengan salah satu targetnya agarorang(rakyat)jadi pada takut denganpolitik. Menyebarkan penyakit politik-phobia ke tengah masyarakat. Kita tentu masih ingat bagaimana dulu duniakampus di gencet(di-program-paksa) agar tidak ikut-ikutan bermain
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post